Hyundai Kona EV Kena Recall Global, Baterai Berpotensi Terbakar

Hyundai Kona EV

OTO Mounture — Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, melakukan penarikan kembali (recall) terhadap mobil listrik Hyundai Kona Electric di berbagai negara.

Penarikan ini disebut dilakukan setelah ditemukan potensi masalah pada sistem manajemen baterai yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Model yang terdampak recall merupakan Hyundai Kona EV yang diproduksi antara 24 Januari 2018 hingga 15 Juli 2023.

Informasi tersebut merujuk pada laporan Kraftfahrt-Bundesamt (KBA) atau Otoritas Transportasi Federal Jerman serta dokumen dari Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MLIT) Korea Selatan.

BACA JUGA: Ada Potensi Masalah Kabel Rem, Suzuki Minta Pemilik Burgman 125 EX Segera Cek Motor

Menurut laporan regulator, mobil listrik tersebut diduga mengalami masalah pada Battery Management System (BMS) yang berfungsi memantau kondisi baterai tegangan tinggi.

Perangkat lunak pemantauan baterai disebut berpotensi gagal mendeteksi ketidakstabilan termal pada baterai secara tepat waktu, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Dalam keterangan resmi KBA disebutkan bahwa perangkat lunak yang bermasalah dapat menyebabkan sistem tidak mendeteksi perubahan suhu dan tegangan baterai secara akurat.

Akibatnya, kendaraan memiliki potensi risiko terbakar lebih tinggi apabila terjadi ketidakstabilan pada sel baterai.

Sebagai langkah pencegahan, Hyundai menghimbau pemilik kendaraan yang terdampak untuk tidak menggunakan mobil sementara waktu hingga dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Pemilik kendaraan diminta segera mengunjungi dealer resmi Hyundai untuk melakukan pembaruan perangkat lunak.

Melalui pembaruan tersebut, sistem BMS akan diperbaiki agar mampu mendeteksi perbedaan tegangan antar sel baterai lebih cepat, sehingga potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih dini.

BACA JUGA: Chery Kian Mendunia, Pengguna Global Tembus 18,8 Juta Orang

Data dari MLIT menyebutkan bahwa dari total kendaraan yang terdampak recall sebanyak 25.044 unit berada di Korea Selatan, dan 13.523 unit berada di Jerman. Sementara itu, sisanya tersebar di berbagai negara lain yang juga memasarkan model Hyundai Kona EV.

Baterai yang digunakan pada kendaraan listrik tersebut diketahui diproduksi oleh LG Energy Solution, yang sebelumnya dikenal sebagai LG Chem.

Baterai tersebut diduga mengalami cacat produksi yang dapat memicu ketidakstabilan pada sel baterai, sehingga perlu dilakukan pembaruan sistem serta pemeriksaan tambahan.

(om/ril)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *