Freelander Comeback Jadi Brand EV, SUV Pertama Punya Teknologi Huawei dan Qualcomm

Freelander mobil listrik
Foto: Freelander

OTO Mounture — Nama legendaris Freelander kembali hadir di industri otomotif global. Namun kali ini, Freelander tidak lagi sekadar model SUV, melainkan menjadi brand kendaraan listrik (EV) baru hasil kolaborasi antara Chery Automobile dan Jaguar Land Rover.

Debut global brand ini menandai babak baru bagi Freelander yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu SUV populer milik Land Rover. Kini, Freelander diposisikan sebagai merek kendaraan energi baru (NEV) yang menggabungkan teknologi listrik modern dengan warisan desain otomotif premium.

Dikutip dari laman Carnewschina, disebutkan bahwa model pertama dari brand ini dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026, sekaligus menjadi awal ekspansi global Freelander di pasar kendaraan listrik.

Meski lahir dari kolaborasi Jaguar Land Rover dan Chery, model ini disebut akan beroperasi secara independen dari empat keluarga brand utama Jaguar Land Rover, yakni Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar.

Freelander juga berdiri terpisah dari lini produk Chery yang sudah ada saat ini. Kantor pusat globalnya berada di Shanghai, Tiongkok, dengan jaringan fasilitas global yang mencakup pusat desain di Gaydon (Inggris), pusat desain Shanghai, institut riset Suzhou, serta pabrik manufaktur pintar di Changshu.

Seluruh kendaraan legendaris ini akan dikembangkan melalui kolaborasi antara tim desain global Jaguar Land Rover di Inggris dan tim desain lokal di Tiongkok.

BACA JUGA: iCAR V23 Raih Peringkat Pertama J.D. Power 2026 untuk SUV Listrik Menengah

Model pertama Freelander akan menghadirkan berbagai teknologi mutakhir, termasuk sistem berkendara pintar hasil kerja sama dengan Huawei.

SUV ini akan dibekali Huawei Qiankun Intelligent Driving System, sistem bantuan pengemudi canggih yang didukung perangkat LiDAR dual-optical path dengan resolusi 896-line.

Teknologi tersebut memungkinkan fitur advanced driver assistance system (ADAS) yang lebih presisi untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Selain teknologi Huawei, kendaraan Freelander juga akan menjadi salah satu mobil pertama di dunia yang menggunakan chip otomotif terbaru dari Qualcomm.

SUV ini akan menggunakan Snapdragon 8397, prosesor otomotif generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung performa komputasi tinggi pada kendaraan pintar. Chip tersebut akan mengontrol berbagai sistem kendaraan, mulai dari infotainment hingga fitur kendaraan otonom.

Freelander juga bekerja sama dengan produsen baterai global CATL untuk menghadirkan teknologi baterai terbaru. Baterai yang disebut Freevoy Range-Extended Hybrid Battery dirancang khusus untuk kendaraan off-road dan SUV besar.

Keunggulan baterai ini antara lain kemampuan 6C supercharging, daya pengisian hingga 360 kW, perlindungan bawah bodi untuk medan ekstrem, dan teknologi Cell-to-Pack (CTP) generasi ketiga.

Selain itu, baterai ini juga dilengkapi teknologi keamanan yang mencegah propagasi panas sehingga meningkatkan keselamatan kendaraan.

BACA JUGA: Chery Kian Mendunia, Pengguna Global Tembus 18,8 Juta Orang

Freelander memperkenalkan model perdananya melalui mobil konsep bernama Concept97. SUV ini dirancang di bawah arahan Chief Creative Officer Jaguar Land Rover, Gerry McGovern.

Concept97 menampilkan desain SUV kotak yang terinspirasi dari DNA klasik Freelander dengan tampilan modern. Beberapa karakter desainnya meliputi siluet SUV boxy yang tangguh, lampu depan kotak, logo Freelander besar di bagian depan, dan desain belakang minimalis. SUV ini diposisikan sebagai kendaraan mid-to-large SUV dengan konfigurasi enam kursi (2+2+2).

Dimensinya juga cukup besar dengan panjang lebih dari 5.100 mm serta wheelbase lebih dari 3.000 mm.

Interiornya dilengkapi layar tengah floating, layar tambahan untuk penumpang, dua wireless charging, serta kursi baris kedua dengan mode zero gravity untuk kenyamanan maksimal.

Nama Freelander sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam dunia otomotif. Model pertama Land Rover Freelander diluncurkan pada 1997 sebagai SUV monocoque pertama dari Land Rover.

Mobil ini sempat menjadi SUV terlaris di Eropa selama lima tahun berturut-turut sebelum akhirnya berevolusi menjadi Land Rover Discovery Sport.

Nama Freelander kemudian dihentikan sekitar tahun 2015. Kini, melalui kerja sama strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover pada 2024, nama Freelander dihidupkan kembali sebagai brand kendaraan listrik global.

(om/ril)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *