Data Gaikindo Januari 2026: Peta Kekuatan Mobil Tiongkok di RI

 

OTO Mounture — Pasar mobil Tiongkok di Indonesia semakin menunjukkan tajinya pada awal 2026. Berdasarkan data Gaikindo Januari 2026, sejumlah merek asal Negeri Tirai Bambu mencatatkan performa yang kompetitif, bahkan mulai menantang dominasi pemain lama.

Dari sisi wholesales (distribusi pabrik ke diler) maupun retail sales (penjualan ke konsumen), peta kekuatan brand Tiongkok semakin beragam, ada yang melonjak tajam, stabil, hingga mengalami koreksi.

Dari sisi wholesales, BYD memimpin dengan 4.879 unit pada Januari 2026. Meski turun dari Desember 2025 yang mencapai 6.560 unit, angka tersebut melonjak tajam dibanding Januari 2025 yang hanya 1.114 unit.

Sementara dari sisi retail sales, BYD mencatatkan 2.516 unit pada Januari 2026, turun dari Desember 2025 (5.053 unit), namun masih jauh lebih tinggi dibanding Januari 2025 (1.005 unit).

Adapun Jaecoo menjadi salah satu sorotan utama di awal tahun ini. Pada Januari 2026, Jaecoo mencatat wholesales sebanyak 2.025 unit, dan retail sales sebesar 2.031 unit.

Sebagai jenama yang baru hadir di Indonesia pada November 2025, pertumbuhan Jaecoo terbilang agresif. Bahkan, wholesales-nya meningkat signifikan dibanding Desember 2025 yang sebesar 1.163 unit.

BACA JUGA: Suzuki All Out di IIMS 2026, Dua Motor Gagah Ini Jadi Sorotan

Selain itu, Geely juga menunjukkan tren positif, di mana wholesales Januari 2026 mencapai 647 unit (naik dari 404 unit di Desember 2025), lalu retail Januari 2026 sebesar 585 unit (naik dari 312 unit di Desember 2025).

Sementara Wuling mencatat 1.077 unit wholesales dan 1.047 unit retail pada Januari 2026. Angka ini turun cukup tajam dari Desember 2025, namun relatif stabil dibanding Januari 2025.

Diikuti oleh Chery yang juga menunjukkan kestabilan pasar dengan Wholesales Januari 2026 mencapai 1.064 unit, dan retail Januari 2026 sebesar 1.191 unit. Penjualan Chery tidak jauh berbeda dibanding Januari 2025, menandakan basis konsumen yang mulai terbentuk.

Sedangkan beberapa merek lain juga mencatat pertumbuhan tahunan, seperti Aion yang mencatat 624 unit wholesales, dan 675 unit retail. Lalu Denza dengan torehan 392 unit wholesales, dan 194 unit retail.

Selanjutnya GWM yang mencatat 213 unit wholesales, serta 211 unit retail. Adapun Denza dan GWM menunjukkan tren peningkatan dibanding Januari 2025.

Sementara jenama lainnya, seperti Jetour, Xpeng, Changan, serta Polytron juga mulai memperluas penetrasi pasar, meski volumenya masih ratusan unit.

BACA JUGA: Bukan EV Biasa, Chery J6 dan J6T Tampil Tangguh dan Siap Off-Road di IIMS 2026

Kendati demikian, tidak semua jenama menunjukkan tren positif. Sebut saja Neta yang tidak mencatatkan penjualan pada Januari 2026, setelah sebelumnya menjual 54 unit (wholesales) pada Desember 2025 dan 90 unit pada Januari 2025.

Kemudian Maxus juga mengalami penurunan signifikan, dengan hanya 15 unit retail pada Januari 2026. Selanjutnya MG (Morris Garage) tercatat 143 unit wholesales dan 66 unit retail, relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya.

Jika melihat keseluruhan data Gaikindo Januari 2026, merek-merek Tiongkok masih menunjukkan daya saing yang kuat, terutama di segmen kendaraan listrik dan SUV.

BYD tetap menjadi pemimpin di antara brand Tiongkok, namun kemunculan Jaecoo dan pertumbuhan Geely memberi warna baru dalam persaingan.

Di tengah target penjualan mobil nasional 2026 sebesar 850 ribu unit, kontribusi mobil Tiongkok berpotensi semakin besar, terutama jika tren elektrifikasi dan strategi harga kompetitif terus berlanjut.

Awal tahun 2026 menjadi bukti bahwa persaingan mobil Tiongkok di Indonesia semakin serius, bukan lagi sekadar pelengkap pasar, tetapi mulai menjadi pemain utama.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *