Bukan Thailand atau Indonesia, Chery Pilih Vietnam Bangun Pabrik Terbesar

OTO Mounture — Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, berencana membangun pabrik terbesarnya di Asia Tenggara yang berlokasi di Vietnam. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026, sebagaimana dilaporkan media bisnis Jepang, Nikkei.

Total investasi yang digelontorkan untuk fasilitas produksi ini diperkirakan mencapai 800 juta dolar AS atau setara Rp13,3 triliun.

Pada tahap awal, pabrik akan memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 30.000 hingga 60.000 unit kendaraan, dengan potensi peningkatan hingga 200.000 unit per tahun, menyesuaikan permintaan pasar.

Kendaraan yang diproduksi di pabrik Vietnam ini akan difokuskan untuk memenuhi pasar domestik Vietnam serta negara-negara setir kiri (left-hand drive) lainnya. Dalam jangka panjang, Chery juga menargetkan ekspor ke pasar Eropa.

Saat ini, seluruh mobil Chery yang dipasarkan di Vietnam masih berstatus impor utuh (CBU). Meski Chery telah memiliki fasilitas produksi kendaraan setir kanan di Thailand, Malaysia, dan Indonesia, pabrik di Vietnam akan menjadi basis produksi lokal pertama Chery untuk pasar setir kiri.

BACA JUGA: Produsen Mobil Tiongkok Jadi Penjual Terbesar Dunia pada 2025, Salip Dominasi Jepang

Sejalan dengan pembangunan pabrik, merek global Chery, Omoda dan Jaecoo, berencana meluncurkan 16 model baru di Vietnam pada 2026. Model-model tersebut mencakup kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid, hingga mobil listrik murni (EV).

Chery menargetkan penjualan tahunan lebih dari 10.000 unit untuk Omoda dan Jaecoo di Vietnam. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif perusahaan dalam memperkuat posisi di pasar otomotif Asia Tenggara.

General Manager Omoda dan Jaecoo Vietnam, Simon Liu, menyebutkan bahwa fasilitas di Vietnam akan menjadi investasi terbesar Chery di kawasan ASEAN, baik dari sisi nilai investasi maupun kapasitas produksi.

“Pabrik di Vietnam akan menjadi fasilitas terbesar Chery di Asia Tenggara. Kami membangun pabrik yang benar-benar baru dengan standar modern dan teknologi mutakhir,” ujar Liu dikutip dari China Daily.

BACA JUGA: Penjualan Chery di Indonesia Melemah, Distribusi dan Retail Turun di Paruh Kedua 2025

Chery memilih menghadirkan Omoda dan Jaecoo di Vietnam karena performa kedua merek tersebut yang kuat di pasar Eropa, ditopang oleh kualitas produk, desain, dan keunggulan teknologi.

Melalui ekspansi ini, Chery menargetkan menjadi merek otomotif China terlaris di Vietnam pada 2026. Lebih jauh, perusahaan membidik posisi tiga besar merek otomotif terlaris di Vietnam pada 2030.

Saat ini, pasar otomotif Vietnam dipimpin oleh VinFast di posisi teratas, disusul oleh Toyota. Dengan kehadiran pabrik lokal dan portofolio produk yang luas, Chery optimistis dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

(om/ril)

 

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *