
OTO Mounture — Tidak hanya menghadirkan kendaraan komersial terbaru, Foton juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui penguatan layanan purna jual serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Foton dalam pameran GIICOMVEC 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Dalam ajang ini, Foton menampilkan pendekatan menyeluruh untuk memastikan operasional bisnis pelanggan dapat berjalan optimal sekaligus berkelanjutan.
Dalam industri kendaraan komersial, layanan purna jual atau aftersales menjadi faktor krusial. Keandalan kendaraan serta minimnya waktu henti operasional (downtime) sangat menentukan kelancaran bisnis pelanggan.
Karena itu, Foton menjadikan layanan purna jual sebagai bagian strategis dalam mendukung keberlangsungan operasional kendaraan komersial, khususnya kendaraan listrik.
Perwakilan Foton Global, Luis Huo, menegaskan bahwa keberhasilan kendaraan listrik di sektor komersial tidak hanya bergantung pada produk.
“Penggunaan kendaraan listrik di sektor komersial tidak hanya ditentukan oleh produknya, tetapi oleh kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Karena itu Foton secara global terus berinvestasi dalam pengembangan layanan purna jual dan infrastruktur pendukung,” jelas Luis Huo.
BACA JUGA: Penjualan Motor Indonesia Maret 2026 Turun 17 Persen, Ekspor CBU Naik Tajam
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan berbagai aspek layanan purna jual, antara lain kesiapan fasilitas servis kendaraan listrik, ketersediaan suku cadang yang memadai, dan dukungan teknis yang terstandarisasi.
Dengan sistem layanan tersebut, pelanggan dapat memperoleh dukungan yang cepat dan efisien guna menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang.
COO Foton Indonesia, Edi Napis, mengatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari pendekatan Foton dalam menghadirkan solusi bisnis yang menyeluruh.
“Dalam bisnis, yang paling krusial bukan hanya kendaraan bisa berjalan, tetapi seberapa konsisten operasional itu dapat dijaga. Di situlah peran layanan purna jual menjadi sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, Foton memastikan setiap pelanggan mendapatkan dukungan menyeluruh mulai dari kesiapan servis, ketersediaan suku cadang, hingga kemampuan teknis untuk kendaraan listrik sehingga downtime dapat ditekan dan produktivitas bisnis tetap terjaga.
BACA JUGA: Hino Pamer 7 Kendaraan Niaga di GIICOMVEC 2026, Bus 4×4 Baru Jadi Sorotan
Seiring dengan pengembangan kendaraan listrik, Foton juga membangun ekosistem yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan operasional berbasis EV.
Ekosistem ini mencakup kemitraan strategis untuk infrastruktur charging station, pengembangan kemampuan teknisi dalam menangani kendaraan listrik, dan sistem layanan yang terintegrasi.
Langkah tersebut sejalan dengan konsep Easy Move, yaitu sistem yang mengintegrasikan kendaraan listrik, solusi pengisian daya, serta layanan purna jual dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Melalui integrasi tersebut, Foton ingin menghadirkan pengalaman penggunaan kendaraan listrik yang lebih seamless bagi pelaku usaha di Indonesia.
(om/ril)








