43 Tahun Hino Indonesia, Perjalanan Panjang Membangun Transportasi Negeri

Suasana pabrik Hino di Purwakarta, Jawa Barat – Foto: Hino Indonesia

OTO Mounture — Di balik lalu lintas truk yang bekerja tanpa henti di jalan raya, kawasan industri, tambang, dan jalur distribusi logistik, terdapat peran besar kendaraan niaga yang menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi. Selama 43 tahun hadir di Indonesia, Hino Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut, tumbuh bersama industri transportasi nasional dan berkontribusi langsung terhadap roda perekonomian negeri.

Komitmen Hino tidak berhenti pada menghadirkan produk kendaraan niaga. Melalui PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Hino membangun fondasi industri yang kuat di dalam negeri.

Fasilitas manufaktur seluas 296.000 meter persegi ini berdiri sebagai simbol investasi jangka panjang Hino, didukung oleh lebih dari 1.500 tenaga kerja Indonesia yang terlibat langsung dalam proses produksi berstandar global.

Dari lini produksi inilah lahir berbagai truk light duty, medium duty, hingga bus yang digunakan di berbagai sektor, mulai dari distribusi logistik, transportasi umum, hingga pertambangan.

Seluruh kendaraan diproduksi mengikuti standar Hino Motors Limited, Jepang, memastikan kualitas dan keandalan yang telah teruji puluhan tahun.

BACA JUGA: Hino Soroti Dampak Truk Tiongkok ke Industri Nasional

Lebih dari sekadar memproduksi kendaraan, Hino Indonesia juga memperkuat ekosistem industri otomotif nasional melalui pemanfaatan komponen lokal.

Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, mengungkapkan bahwa komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional tercermin dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk Hino yang telah mencapai di atas 40 persen, ditambah Bobot Manfaat Perusahaan sebesar 14,10 persen.

“Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk mendorong pengembangan supplier dalam negeri dan memperkuat rantai pasok nasional,” ungkapnya di Purwakarta, Jawa Barat, belum lama ini.

Perjalanan Hino di Indonesia juga melampaui batas geografis. Sejak ekspor perdana pada 2011, produk dan komponen buatan Indonesia telah dikirim ke berbagai negara di Asia dan Amerika Latin. Ekspor ini menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan bagian penting dari rantai produksi global Hino Motors.

BACA JUGA: Hino Tegaskan Komitmen Jangka Panjang di Industri Transportasi Indonesia

Di sisi hilir, Hino memahami bahwa kendaraan niaga adalah alat kerja yang hampir tidak mengenal waktu istirahat. Karena itu, layanan purna jual menjadi aspek krusial.

“Kendaraan niaga berbeda dengan kendaraan penumpang. Hampir seluruh waktunya digunakan untuk bekerja. Karena itu, kami terus memperkuat dukungan aftersales agar pelanggan dapat menekan downtime dan menjalankan operasional secara lebih efisien,” jelas Wibowo Santoso, Supply Chain, Marketing and Administration Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia.

Dalam dinamika pasar, Hino dikenal kuat di sektor pertambangan melalui segmen dump truck yang menjadi tulang punggung penjualan. Namun seiring perubahan kondisi global, Hino juga melihat stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor logistik, khususnya pada segmen medium duty truck (MDT), di mana Hino konsisten mempertahankan posisi sebagai market leader.

Memasuki usia 43 tahun, Hino Indonesia tidak hanya menandai perjalanan panjang, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis industri transportasi nasional.

Dengan manufaktur lokal, produk andal, serta layanan purna jual yang kuat, Hino Indonesia melanjutkan perannya dalam menjaga kelancaran distribusi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia—hari ini dan di masa mendatang.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *