
OTO Mounture — Keluhan terkait pembelian mobil iCAR V23 kembali mencuat di media sosial Threads. Kali ini, seorang konsumen mengaku kecewa lantaran mobil yang dipesannya sejak Mei 2026 belum juga diterima, meski sebelumnya sales menjanjikan unit akan tiba dalam waktu tiga hingga empat bulan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh akun Threads @andrew.wjy29. Dalam unggahannya, konsumen tersebut mempertanyakan pengalaman pengguna lain yang pernah merasa dirugikan atau mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari sales maupun dealer mobil, khususnya merek yang berada di bawah naungan Chery Motor Indonesia.
Ia mengungkapkan telah melakukan pemesanan iCAR V23 RWD tipe X pada 26 Mei 2026. Sebelum melakukan SPK, dirinya mengaku sudah memastikan kepada sales mengenai estimasi waktu kedatangan kendaraan.
“Sales mengatakan 3 sampai 4 bulan paling lambat,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Setelah menunggu selama tiga bulan, konsumen kembali menghubungi sales untuk memastikan perkembangan pesanannya. Menurut pengakuannya, saat itu sales menyampaikan bahwa terjadi keterlambatan pengiriman unit dari Tiongkok.
Konsumen tersebut mengaku masih dapat menerima alasan tersebut dan berpikir bahwa mobil akan diterima paling lambat setelah empat bulan sejak pemesanan.
Namun, setelah waktu empat bulan terlewati, dirinya justru mendapat informasi bahwa pengiriman mobil kembali mengalami pengunduran hingga Desember 2026.
“Saya masih positive berpikir berarti 4 bulan, tetapi setelah saya tunggu 4 bulan, masa diundur sampai bulan December setelah nunggu 4 bulan,” ujarnya dalam balasan di Threads.

BACA JUGA: Viral di Threads, Jaecoo J5 EV Mendadak Tak Bisa Dipindahkan ke D dan R
Keluhan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pengguna Threads lainnya. Salah satunya, akun @azzka.ambara, yang menanyakan apakah konsumen tersebut mengalami penipuan.
Menanggapi pertanyaan itu, pemilik unggahan kembali menjelaskan kronologi pemesanan iCAR V23 RWD tipe X yang dilakukannya pada Mei lalu.
Ia juga mengkritik praktik penjualan mobil yang menurutnya membuat konsumen tertarik melakukan SPK berdasarkan estimasi waktu maupun harga tertentu, tetapi realisasi unit yang dijanjikan tidak sesuai harapan.
“Sales banyak yang jualan SPK doang, dan banyak yang pasang harga mobil terutama brand China cuma sebagai pancingan, tapi mobil tidak pernah diproduksi,” tulisnya.
Belum terdapat keterangan dari pihak sales, dealer terkait, maupun iCAR Indonesia mengenai kasus pemesanan iCAR V23 yang dikeluhkan tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi calon pembeli kendaraan, terutama model yang masih mengandalkan sistem pemesanan, untuk memastikan informasi terkait estimasi pengiriman, ketersediaan unit, spesifikasi, harga, serta ketentuan pembatalan SPK sebelum melakukan pembayaran.
(om/ls)








