Price Lock Jaecoo J5 Diklaim Hangus, Konsumen Pertanyakan Alasan Regulasi Pajak

Jaecoo J5 EV
Foto: OTO Mounture/Luchito Sangsoko

OTO Mounture — Seorang konsumen Jaecoo J5 mengungkapkan kekecewaannya terhadap layanan after-sales dan penanganan keluhan terkait pembatalan price lock kendaraan yang disebut telah disepakati sebelumnya.

Keluhan tersebut disampaikan melalui akun Threads @momandlyra. Dalam unggahannya, konsumen mengaku telah memiliki Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) resmi sejak November 2025, tetapi kemudian mendapatkan informasi bahwa price lock dibatalkan.

Konsumen tersebut mempertanyakan alasan pembatalan dan meminta penjelasan resmi dari pihak Jaecoo Indonesia maupun Chery Sales Indonesia.

“Price lock dibatalkan sepihak,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip Kamis, 3 September 2026.

Ia juga menyebut pembatalan price lock tersebut berdampak terhadap harga yang harus dibayarkan. Menurut pengakuannya, harga yang semula menjadi acuannya sekitar Rp299,9 juta, sementara setelah price lock disebut hangus, nilai pembayaran menjadi sekitar Rp307 juta.

Dalam unggahan tersebut, konsumen juga menyoroti proses pertemuan dengan pihak dealer. Menurutnya, pertemuan sebelumnya telah dijadwalkan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan, dengan waktu yang disepakati pukul 09.00 WIB. Namun, ia mengklaim pihak dealer baru menemui dirinya menjelang pukul 10.00 WIB.

Konsumen juga menyayangkan ketidakhadiran Supervisor Jaecoo Mampang dan perwakilan Chery Sales Indonesia dalam pertemuan tersebut. Menurut pengakuannya, pihak yang menemui konsumen saat itu hanya staf administrasi dari kantor pusat (HO) dan sales.

Ia kemudian mempertanyakan bentuk tanggung jawab manajemen dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan konsumen.

Keluhan Konsumen Jaecoo Indonesia
Foto: Tangkapan Layar

BACA JUGA: Mengenal Teknologi REEV Chery J6T CSH, Motor Listrik Jadi Penggerak Utama

Persoalan utama yang dipermasalahkan konsumen adalah alasan di balik pembatalan price lock. Dalam unggahannya, konsumen mengatakan tim Jaecoo menjelaskan bahwa pembatalan tersebut berkaitan dengan regulasi pajak tahun 2026.

Namun, konsumen mengaku meminta bukti berupa Surat Keputusan Menteri Keuangan atau surat resmi dari Jaecoo maupun Chery yang dapat menjadi dasar pembatalan price lock tersebut.

Menurut pengakuannya, dokumen yang diminta tidak dapat ditunjukkan saat pertemuan. “Ketika saya minta bukti fisik Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan atau surat resmi dari Jaecoo/Chery, mereka tidak bisa menunjukkan,” tulisnya.

Konsumen juga mengklaim pihak yang menanganinya justru menunjukkan surat perintah Menteri Keuangan tahun 2025 yang menurutnya tidak relevan untuk menjelaskan pembatalan price lock pada kasus yang dihadapinya.

Perlu dicatat, klaim tersebut merupakan keterangan dari konsumen yang disampaikan melalui Threads dan belum disertai tanggapan resmi dari Jaecoo Indonesia atau Chery Sales Indonesia dalam materi yang tersedia.

Konsumen mengaku telah memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada hari yang sama. Namun, hingga batas waktu yang disebut sekitar pukul 11.30 WIB, ia mengaku belum mendapatkan penyelesaian.

Karena itu, konsumen meminta Jaecoo Indonesia dan Chery Sales Indonesia memberikan penjelasan resmi serta pernyataan tertulis mengenai alasan pembatalan price lock.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak hanya dibebankan kepada staf lapangan. Dalam unggahannya, konsumen secara langsung menandai akun @jaecoo.id dan @CheryMotorID serta meminta adanya transparansi mengenai kebijakan tersebut.

BACA JUGA: Mitsubishi Hidupkan Kembali Pajero, Kini Jadi SUV Flagship dengan 4WD Canggih

Menariknya, keluhan konsumen tersebut tidak sepenuhnya ditujukan terhadap produk Jaecoo J5. Ia mengatakan mengetahui produk tersebut setelah melihat ulasan dari reviewer otomotif Fitra Eri. Harga sekitar Rp299,9 juta yang disebut dalam konten otomotif tersebut kemudian menjadi salah satu acuannya.

Meski pada akhirnya mengaku harus membayar sekitar Rp307 juta akibat price lock yang disebut hangus, konsumen tetap memberikan penilaian positif terhadap kendaraan.

Menurutnya, Jaecoo J5 merupakan mobil yang nyaman dan bagus. Kekecewaan yang disampaikan lebih ditujukan kepada manajemen dan pengalaman dalam proses penanganan keluhan.

Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jaecoo Indonesia terkait keluhan konsumen tersebut.

(om/ls)

 

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *