Mitsubishi New Xforce HEV: Ketika SUV Urban Naik Kelas dan Mulai Serius Bicara Efisiensi

Mitsubishi New Xforce HEV

OTO Mounture — Mitsubishi New Xforce HEV menjadi salah satu model yang paling mencuri perhatian Mitsubishi Motors di GIIAS 2026. Bukan hanya karena tampil sebagai SUV dengan teknologi elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia, tetapi juga karena penerimaan awal pasar yang cukup menjanjikan.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencatat 3.212 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Di tengah capaian tersebut, Mitsubishi New Xforce HEV membawa cerita tersendiri. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 16 Juli 2026 hingga penutupan GIIAS 2026, New Xforce telah mencatat lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional.

Angka tersebut menarik dicermati karena Xforce kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya konsumen mengenal SUV ini sebagai kendaraan urban dengan desain dan kenyamanan yang menjadi daya tarik, kehadiran teknologi hybrid membuat karakter Xforce semakin berkembang.

Bukan sekadar mengejar label elektrifikasi, New Xforce HEV menawarkan pendekatan berbeda: memberikan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan mobil listrik, tetapi tetap mempertahankan fleksibilitas mesin bensin.

New Xforce HEV Bukan Sekadar Tambahan Varian

Elektrifikasi industri otomotif Indonesia semakin berkembang. Konsumen kini tidak hanya mencari kendaraan dengan konsumsi bahan bakar efisien, tetapi juga mulai memperhatikan bagaimana teknologi tersebut memengaruhi pengalaman berkendara.

Di titik inilah New Xforce HEV menjadi menarik. SUV ini menggunakan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi kedua Mitsubishi Motors dengan konsep “Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence.”

Sederhananya, motor listrik memiliki peran besar dalam menggerakkan kendaraan. Mesin bensin kemudian bekerja menyesuaikan kebutuhan, termasuk untuk menghasilkan energi listrik maupun memberikan tenaga tambahan ketika diperlukan.

Pendekatan tersebut membuat pengalaman berkendara terasa berbeda dibandingkan SUV bermesin konvensional.

Terutama ketika digunakan di kawasan perkotaan dengan kondisi stop and go, motor listrik dapat memberikan respons yang cepat sekaligus membuat perjalanan terasa lebih senyap dan halus.

Bagi pengguna yang sehari-hari berhadapan dengan kemacetan, karakter seperti ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah teknologi yang terasa langsung ketika mobil digunakan.

Mitsubishi New Xforce HEV

BACA JUGA: Rifat Sungkar Bawa BMW M3 E30 dari Lintasan Rally ke IMX 2026

Motor Listrik Jadi Penggerak Utama

Salah satu hal yang membuat Mitsubishi Xforce HEV menarik adalah bagaimana sistem hybridnya bekerja. Motor listrik menjadi penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama pada kecepatan rendah dan situasi lalu lintas perkotaan.

Sementara itu, mesin bensin berfungsi menyesuaikan kebutuhan sistem, baik untuk mengisi daya baterai maupun memberikan dukungan ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar.

Konfigurasi tersebut menghasilkan karakter berkendara yang berbeda.

Respons motor listrik membuat akselerasi terasa lebih spontan. Di sisi lain, keberadaan mesin bensin membuat pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan secara drastis seperti ketika beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Tidak perlu mencari stasiun pengisian daya setiap kali ingin melakukan perjalanan jauh. Inilah salah satu alasan mengapa SUV hybrid masih memiliki ruang besar di pasar Indonesia.

Tenaga 255 Nm dan Karakter Berkendara yang Responsif

Di balik kap mesinnya, New Xforce HEV menggunakan mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan tenaga 116 PS dengan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensin menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm.

Namun, angka tenaga bukan satu-satunya hal yang menarik. Karakter motor listrik membuat torsi besar tersedia secara instan sehingga respons ketika pedal akselerator diinjak terasa lebih cepat.

Karakter ini sangat relevan untuk penggunaan harian, misalnya ketika harus berpindah jalur, keluar dari persimpangan, maupun melakukan akselerasi setelah kendaraan melaju perlahan di tengah kemacetan.

Dengan kata lain, New Xforce HEV tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga mempertahankan karakter berkendara yang menyenangkan.

Sekali Isi BBM, Diklaim Bisa Menempuh Lebih dari 1.000 Km

Bicara soal mobil hybrid tentu tidak bisa dilepaskan dari efisiensi.

New Xforce HEV dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 42 liter. Jenama berlambang tiga berlian itu mengklaim SUV hybrid ini sanggup menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

Jika klaim tersebut ditempatkan dalam konteks penggunaan sehari-hari, potensi jarak tempuh panjang menjadi salah satu daya tarik utama.

Pengguna urban dapat memperoleh keuntungan efisiensi ketika beraktivitas di dalam kota, sementara mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan antarkota atau perjalanan jarak jauh.

Jadi, elektrifikasi di sini bukan berarti membatasi mobilitas. Justru sebaliknya, teknologi hybrid menjadi jembatan bagi konsumen yang ingin merasakan manfaat elektrifikasi tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin bensin.

Interior Xforce HEV

BACA JUGA: Beli Mobil Jangan Cuma Lihat Cicilan, TAF dan OJK Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan

Tujuh Drive Mode, Termasuk Tarmac dan EV Priority

Salah satu bagian menarik dari New Xforce HEV adalah pilihan mode berkendaranya. Mitsubishi menghadirkan setidaknya ada tujuh Drive Mode, yang terdiri dari Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge.

Adapun tiga mode terakhir menjadi tambahan penting pada model HEV.

Tarmac Mode dirancang untuk memberikan karakter berkendara yang lebih sesuai ketika mobil digunakan di jalan aspal dengan kebutuhan respons dan pengendalian yang lebih dinamis.

Sementara EV Priority Mode memberikan prioritas lebih besar terhadap penggunaan tenaga listrik. Sedangkan Charge Mode dapat dimanfaatkan untuk membantu mengisi daya baterai melalui sistem kendaraan.

Kehadiran berbagai mode ini menunjukkan bahwa sistem hybrid New Xforce tidak hanya bekerja secara otomatis di balik layar. Pengemudi juga diberikan ruang untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan situasi yang dihadapi.

Bukan Cuma Efisien, Kabinnya Juga Dibuat Nyaman

Tak hanya dibekali teknologi canggih, kenyamanan tetap menjadi faktor penting, terutama karena Xforce diposisikan sebagai kendaraan yang dapat digunakan untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan bersama keluarga.

New Xforce HEV menawarkan sejumlah fitur yang menunjang kenyamanan kabin, seperti frameless panoramic roof, Dual Auto AC dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient light, hingga Dynamic Sound Yamaha Premium pada paket tertentu.

Selain itu, bangku belakang juga mendapatkan sejumlah pengaturan kenyamanan juga loh.

Dengan kombinasi tersebut, pendekatan Mitsubishi terhadap New Xforce HEV terasa cukup jelas: teknologi elektrifikasi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pengalaman berkendara secara keseluruhan.

Fitur Keselamatan Jadi Bagian Penting

Di era kendaraan modern, teknologi tidak hanya berbicara soal performa dan efisiensi. Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting.

New Xforce HEV dilengkapi sejumlah fitur bantuan pengemudi, seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), Automatic High Beam (AHB), dan Multi Around Monitor (MAM).

Kehadiran fitur tersebut memberikan tambahan dukungan bagi pengemudi ketika menghadapi berbagai kondisi lalu lintas. Terutama untuk penggunaan urban yang identik dengan kepadatan kendaraan, perubahan jalur, serta ruang manuver yang terbatas.

Punya Identitas Berbeda dari Xforce Biasa

Mitsubishi juga memberikan sejumlah sentuhan visual untuk membedakan New Xforce HEV. Mulai dari velg 18 inci dengan desain khusus HEV, emblem Hybrid EV, grille baru, rear combination lamp dengan desain clear smoke, hingga electric shifter.

Detail-detail tersebut membuat varian hybrid memiliki identitas tersendiri. Bukan hanya soal emblem yang menunjukkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga bagaimana desain eksterior dan interior memberikan kesan lebih modern.

Harga New Xforce HEV Mulai Rp445 Juta

Untuk periode peluncuran, Mitsubishi menawarkan New Xforce dalam beberapa pilihan harga:

– New Xforce Exceed: Rp388 juta
– New Xforce Ultimate: Rp399 juta
– New Xforce HEV: Rp445 juta

Varian Ultimate dan HEV juga tersedia dengan Premium Package yang menawarkan tambahan fitur seperti Yamaha Premium Audio, power tailgate, power driver seat, wireless charger, ambient lighting, TPMS, hingga pilihan warna two-tone.

Dengan selisih harga yang cukup jelas dibandingkan varian bermesin konvensional, konsumen tentu memiliki pertimbangan tersendiri ketika memilih HEV. Namun, tambahan tersebut bukan hanya membeli emblem hybrid.

Ada teknologi elektrifikasi, motor listrik, sejumlah mode berkendara tambahan, serta potensi efisiensi bahan bakar yang menjadi bagian dari paketnya.

3.212 SPK di GIIAS dan 1.000 Unit Xforce: Sinyal Awal yang Menarik

Bagi Mitsubishi, GIIAS 2026 menjadi momentum penting. Capaian 3.212 SPK selama pameran menunjukkan respons positif terhadap jajaran produk yang ditawarkan.

Sementara penjualan New Xforce yang menembus lebih dari 1.000 unit sejak diperkenalkan hingga penutupan GIIAS memberikan sinyal awal mengenai penerimaan pasar.

Presiden Direktur MMKSI Atsushi Kurita, menyebut pencapaian tersebut sebagai sinyal positif terhadap kepercayaan konsumen.

Lebih dari sekadar angka penjualan, hasil tersebut juga menjadi indikator bahwa konsumen mulai terbuka terhadap teknologi elektrifikasi yang ditawarkan Mitsubishi Motors.

Dan di sinilah posisi New Xforce HEV menjadi menarik.

SUV ini datang bukan ketika pasar sedang mencari sekadar kendaraan baru, tetapi ketika konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi, teknologi, kenyamanan, dan pengalaman berkendara dalam satu paket.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *