Bukan Cuma Fitur, Ini Cara iCAR V27 Dibuat Nyaman di Jalanan Indonesia

 

iCAR V27
Foto: OTO Mounture/Luchito Sangsoko

OTO Mounture — Kenyamanan sebuah SUV bukan hanya soal luas kabin atau banyaknya fitur. Karakter berkendara juga sangat dipengaruhi bagaimana suspensi, chassis, distribusi bobot, hingga tingkat kesenyapan kabin dikembangkan sebagai satu kesatuan.

Pendekatan tersebut diterapkan pada iCAR V27, flagship SUV terbaru iCAR Indonesia. Kendaraan ini dikembangkan dengan fokus pada karakter berkendara yang stabil, halus, dan refined untuk menghadapi beragam kondisi jalan di Indonesia.

Mulai dari lalu lintas perkotaan yang padat, perjalanan antarkota melalui jalan tol, hingga permukaan jalan yang bergelombang, berbagai aspek engineering pada iCAR V27 dirancang untuk menjaga kenyamanan pengemudi maupun penumpang.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian pada iCAR V27 adalah Hollow Cast Aluminum H-Arm Suspension.

Penggunaan material aluminium berongga pada komponen suspensi membantu menekan bobot sekaligus mempertahankan kekakuan struktur. Karakter tersebut memungkinkan roda merespons kontur permukaan jalan secara lebih optimal.

Dengan sistem ini, guncangan akibat jalan bergelombang, sambungan jalan, maupun permukaan yang tidak rata diharapkan dapat diredam dengan lebih baik tanpa mengorbankan stabilitas dan presisi pengendalian.

Bagi kendaraan yang digunakan untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan jarak jauh, kemampuan suspensi dalam meredam berbagai karakter permukaan jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kenyamanan.

BACA JUGA: 5 Keuntungan Servis di Bengkel Resmi Mitsubishi, dari Suku Cadang hingga Service Record

Selain suspensi, iCAR V27 dikembangkan melalui pendekatan balanced chassis development. Fokusnya adalah menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian melalui optimalisasi distribusi bobot kendaraan.

Keseimbangan tersebut ditujukan agar karakter iCAR V27 tetap stabil ketika digunakan di jalan tol, lincah saat bermanuver di kawasan perkotaan, sekaligus nyaman ketika digunakan untuk perjalanan bersama keluarga.

“Setiap negara memiliki karakter jalan dan pola mobilitas yang berbeda, termasuk Indonesia. Masyarakat tidak hanya menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga maupun aktivitas luar ruang,” ujar Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCAR Indonesia.

Menurutnya, pengembangan iCAR V27 mempertimbangkan kebutuhan tersebut melalui penyempurnaan suspensi, chassis, distribusi bobot kendaraan, hingga kualitas kabin.

Kenyamanan perjalanan juga tidak hanya berasal dari kemampuan suspensi meredam guncangan. Tingkat kebisingan di dalam kabin turut menentukan seberapa rileks pengemudi dan penumpang selama perjalanan.

Untuk itu, iCAR V27 mendapatkan optimasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) dengan tingkat kebisingan diklaim kurang dari 61 dB.

Berbagai area kendaraan dikembangkan untuk mengurangi suara, getaran, dan resonansi yang berasal dari permukaan jalan maupun lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan Active Noise Cancellation (ENC), laminated safety glass dengan lapisan insulasi panas, serta struktur bodi yang telah dioptimalkan.

Hasilnya, kabin iCAR V27 dirancang tetap tenang ketika kendaraan digunakan di tengah kepadatan lalu lintas maupun saat melaju dalam perjalanan antarkota.

Tingkat kesenyapan tersebut juga dapat memberikan manfaat praktis, seperti membuat percakapan antarpenghuni kabin lebih nyaman dan menghadirkan suasana yang lebih kondusif ketika menikmati hiburan selama perjalanan.

BACA JUGA: Penjualan Mobil Indonesia pada Juli 2026 Tumbuh, Tapi Selisih Wholesales dan Retail Perlu Dicermati

Pengembangan iCAR V27 menunjukkan bahwa kenyamanan berkendara tidak berdiri pada satu teknologi saja.

Suspensi berperan dalam meredam guncangan, chassis menjaga stabilitas dan pengendalian, distribusi bobot membantu menciptakan keseimbangan kendaraan, sementara optimalisasi NVH berfokus pada kualitas suasana di dalam kabin.

Ketika seluruh aspek tersebut bekerja secara harmonis, karakter berkendara yang dihasilkan dapat terasa lebih halus dan konsisten.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan untuk SUV yang digunakan dalam berbagai skenario mobilitas, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.

Di balik karakter kenyamanan tersebut, iCAR V27 juga membawa teknologi Golden REEV yang diklaim menawarkan performa khas kendaraan listrik dengan daya jelajah lebih dari 1.200 kilometer.

Kombinasi teknologi elektrifikasi dengan pengembangan chassis, suspensi, dan NVH membuat iCAR V27 tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pengalaman perjalanan secara keseluruhan.

“Melalui iCAR V27, kami ingin menghadirkan SUV yang tidak hanya memiliki performa khas kendaraan listrik dan daya jelajah yang panjang, tetapi juga dirancang agar nyaman digunakan di berbagai karakter jalan di Indonesia,” kata Tommy.

Pada akhirnya, pendekatan engineering iCAR V27 memperlihatkan bagaimana sebuah SUV modern tidak cukup hanya mengandalkan fitur. Karakter suspensi, keseimbangan chassis, distribusi bobot, dan tingkat kesenyapan kabin turut menentukan bagaimana kendaraan terasa ketika digunakan sehari-hari.

(om/pd)

 

 

, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *