Leapmotor Mulai Perakitan Lokal di Indonesia, B10 dan C10 Jadi Model Perdana

Leapmotor

OTO Mounture — Leapmotor resmi memasuki babak baru perjalanan bisnisnya di Indonesia dengan memulai perakitan lokal kendaraan listrik.

Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya produksi Leapmotor B10 dan Leapmotor C10 sebagai dua model pertama yang dirakit secara lokal di Tanah Air.

Proses perakitan dilakukan di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat, dengan mengadopsi standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis.

Penerapan standar tersebut ditujukan untuk memastikan setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi aspek kualitas, keamanan, dan keandalan yang konsisten.

Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah strategis Leapmotor untuk mendekatkan produk kendaraan listriknya dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain meningkatkan fleksibilitas pasokan, manufaktur lokal juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Leapmotor bersama Stellantis dan Indomobil untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik di Indonesia.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Sporty, Ini Alasan Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Layak Dilirik

Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, dimulainya perakitan lokal akan membantu Leapmotor semakin dekat dengan konsumen Indonesia sekaligus memperkuat posisi merek di kawasan ASEAN.

“Bersama Indomobil, kami bangga memulai babak baru ini melalui perakitan lokal Leapmotor C10 dan B10. Kolaborasi strategis ini akan mempercepat roadmap elektrifikasi kami di kawasan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara,” ujar Isaac.

Dengan adanya produksi lokal, Indonesia tidak hanya menjadi pasar penjualan, tetapi juga berpotensi memainkan peran lebih besar dalam strategi Leapmotor dan Stellantis di kawasan.

Perakitan Leapmotor B10 dan C10 dilakukan di PT National Assemblers Plant 3 yang merupakan bagian dari investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers (NA).

Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 158.000 meter persegi.

Plant 3 dilengkapi teknologi produksi modern, sistem otomasi, serta proses pengendalian kualitas untuk memastikan setiap tahapan produksi berjalan secara presisi dan konsisten.

Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun.

Namun, kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam pengembangan berikutnya, Plant 3 dipersiapkan untuk mencapai kapasitas hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun.

Peningkatan kapasitas tersebut akan didukung pengembangan fasilitas body shop dan paint shop, sehingga dapat memberikan fleksibilitas lebih besar terhadap pengembangan portofolio produk Leapmotor di Indonesia.

BACA JUGA: Total Cost of Ownership Geely EX5, Ini Alasan SUV Listrik Ini Layak Dipertimbangkan

Pada tahap awal, Leapmotor B10 dan C10 menjadi dua model yang mendapatkan status sebagai produk rakitan lokal.

Keduanya menjadi bagian penting dari strategi Leapmotor untuk membangun portofolio kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memanfaatkan kemampuan manufaktur lokal.

Ke depan, fleksibilitas fasilitas produksi di Purwakarta juga disiapkan untuk mendukung pengembangan portofolio kendaraan Leapmotor lainnya seiring dengan perkembangan permintaan pasar.

Hal ini membuat investasi fasilitas produksi tersebut tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga dipersiapkan untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Langkah Leapmotor menuju produksi lokal tidak berhenti pada sektor manufaktur.

Bersamaan dengan dimulainya perakitan kendaraan listrik, Indomobil Group juga memperkuat ekosistem kepemilikan Leapmotor di Indonesia.

Sebagai agen tunggal pemegang merek Leapmotor di Indonesia, PT Indomobil National Distributor terus mengembangkan jaringan dealer di sejumlah kota strategis.

Ekosistem tersebut turut didukung oleh ketersediaan suku cadang asli, teknisi yang telah mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor, serta layanan purna jual.

Penguatan jaringan ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengatakan perakitan lokal menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Leapmotor di Indonesia.

Melalui investasi Indomobil Group di PT National Assemblers, perusahaan tidak hanya membangun kapasitas produksi lokal, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk pertumbuhan Leapmotor dalam jangka panjang.

“Bersamaan dengan itu, kami terus memperluas jaringan dealer, memperkuat layanan purna jual, serta memastikan ketersediaan suku cadang asli agar setiap pelanggan dapat menikmati pengalaman kepemilikan yang memberikan rasa tenang sejak hari pertama,” ujar Tan.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Leapmotor dan Indomobil tidak hanya fokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem kepemilikan kendaraan listrik yang lebih lengkap.

(om/ns)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *