Honda Vario Evo 160 Diduga Rembes Oli, AHM Buka Suara soal Keluhan Konsumen

New Honda Vario Evo 160

OTO Mounture — Keluhan mengenai dugaan rembes oli pada Honda Vario Evo 160 menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Seorang konsumen mengaku menemukan rembesan oli pada area blok mesin, padahal motor tersebut baru digunakan sekitar 24 jam setelah diterima dari dealer.

Kasus ini memicu perbincangan luas di kalangan pengguna sepeda motor, terutama karena unit yang dilaporkan masih berstatus baru. Menanggapi hal tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan konsumen melalui jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

Berdasarkan unggahan yang sempat beredar di media sosial, pemilik Honda Vario Evo 160 mengaku menemukan dugaan kebocoran atau rembes oli pada bagian blok mesin setelah motor digunakan selama kurang lebih satu hari.

Pemilik kendaraan juga menyebut telah melakukan pemeriksaan awal sebelum serah terima unit, termasuk menyalakan mesin selama sekitar 15 menit. Namun, gejala rembes oli baru terlihat setelah motor digunakan di jalan.

Konsumen tersebut mengaku kecewa karena memperoleh informasi bahwa unit yang bermasalah tidak dapat langsung ditukar dengan unit baru.

Meski unggahan asli telah dihapus oleh pemilik akun, video dan tangkapan layar terkait keluhan tersebut kembali beredar melalui akun media sosial lainnya sehingga memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

BACA JUGA: Suzuki Satukan Komunitas Lewat Fun Race Owners & Community 2026 di Surabaya

Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya, mengatakan perusahaan terbuka terhadap setiap laporan konsumen.

“Jadi kalau memang ada masukan atau ada yang dibutuhkan konsumen silakan datang ke jaringan kami, ke AHASS,” ujar Thomas.

Menurutnya, setiap laporan akan diperiksa berdasarkan kondisi unit yang bersangkutan sebelum perusahaan menyimpulkan penyebab masalah.

Thomas juga menegaskan bahwa seluruh produk Honda diproduksi melalui proses pengendalian kualitas yang telah melewati berbagai tahapan pengujian.

“Kembali kami sudah produksi dalam kualitas baik, tentu sudah lulus dengan berbagai uji tes. Nah tentu kita akan lihat kondisinya seperti apa,” katanya.

AHM hingga kini belum memberikan penjelasan mengenai penyebab dugaan rembes oli yang dialami konsumen karena proses pemeriksaan masih dilakukan.

Tangkapan Layar

BACA JUGA: Mitsubishi Pilih Xforce HEV daripada Xpander Hybrid, Ini Pertimbangannya

Saat menerima sepeda motor baru, konsumen disarankan melakukan Pre-Delivery Inspection (PDI) atau pemeriksaan awal bersama pihak dealer.

Pemeriksaan ini meliputi kondisi bodi, kelistrikan, fungsi lampu, panel instrumen, hingga memastikan tidak terdapat kebocoran cairan.

Namun demikian, dalam dunia otomotif dikenal istilah latent defect atau cacat tersembunyi, yaitu kondisi ketika suatu komponen tampak normal saat inspeksi awal tetapi baru menunjukkan gejala setelah kendaraan digunakan dalam kondisi nyata.

Karena itu, apabila muncul indikasi rembes oli atau keluhan lain setelah motor diterima, konsumen sebaiknya segera menghentikan penggunaan jika diperlukan dan membawa kendaraan ke bengkel resmi AHASS untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur garansi.

Selain melakukan pemeriksaan saat serah terima kendaraan, konsumen juga dianjurkan membaca buku garansi serta memahami prosedur klaim yang berlaku.

Apabila ditemukan dugaan cacat produksi, penanganan umumnya akan mengacu pada hasil pemeriksaan teknis dari bengkel resmi sesuai ketentuan garansi dan kebijakan pabrikan.

Di sisi lain, transparansi proses pemeriksaan serta komunikasi yang baik antara dealer, bengkel resmi, dan konsumen dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Meski muncul keluhan yang viral di media sosial, AHM menyebut minat masyarakat terhadap Honda Vario Evo 160 tetap tinggi. Perusahaan memastikan akan memeriksa setiap laporan secara individual sebelum menentukan langkah penanganan yang sesuai.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *