Penjualan Mazda di Indonesia Turun pada Mei 2026, Namun Wholesales Tahun Berjalan Masih Tumbuh

Mazda di IIMS 2025

OTO Mounture — Kinerja penjualan Mazda di Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik penjualan wholesales maupun retail sales Mazda tercatat lebih rendah dibanding bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, secara akumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Mazda masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada sisi wholesales dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Gaikindo menunjukkan Mazda mencatatkan penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sebanyak 276 unit pada Mei 2026.

Angka tersebut turun tipis 0,4 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 277 unit. Meski penurunannya tidak terlalu signifikan, performa Mazda masih menunjukkan adanya perlambatan dibanding bulan sebelumnya.

Sementara jika dibandingkan dengan Mei 2025, penjualan wholesales Mazda turun 3,5 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, Mazda berhasil mencatatkan distribusi sebanyak 286 unit.

Namun demikian, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Mazda justru mencatatkan pertumbuhan yang cukup positif. Total wholesales Mazda mencapai 1.351 unit, meningkat 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang membukukan 1.148 unit.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun penjualan bulanan mengalami fluktuasi, performa Mazda secara keseluruhan masih lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Jaecoo Klaim Mobil Listrik J5 EV Bisa Hemat Biaya Operasional hingga 88 Persen, Ini Perhitungannya

Tidak hanya pada sisi wholesales, penjualan retail atau distribusi dari dealer ke konsumen juga mengalami penurunan. Pada Mei 2026, Mazda mencatatkan retail sales sebanyak 221 unit. Angka ini turun 8,7 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 242 unit.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunan yang terjadi mencapai 12,6 persen. Sebagai perbandingan, pada Mei 2025 Mazda berhasil menjual sebanyak 253 unit kepada konsumen.

Penurunan ini turut memengaruhi capaian penjualan ritel sepanjang tahun berjalan. Selama Januari hingga Mei 2026, Mazda membukukan retail sales sebanyak 1.240 unit. Jumlah tersebut turun 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.315 unit.

Penurunan penjualan Mazda pada Mei 2026 mencerminkan kondisi pasar otomotif nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan. Persaingan yang semakin ketat, perubahan preferensi konsumen, hingga meningkatnya pilihan kendaraan elektrifikasi menjadi faktor yang memengaruhi kinerja sejumlah merek di Indonesia.

Kendati demikian, pertumbuhan wholesales Mazda sepanjang Januari-Mei 2026 menjadi sinyal positif bahwa merek asal Jepang tersebut masih memiliki basis konsumen yang cukup kuat di segmen kendaraan premium.

Dengan berbagai produk andalannya seperti SUV dan crossover premium, Mazda masih berpeluang meningkatkan performa penjualan pada paruh kedua tahun 2026 seiring membaiknya kondisi pasar dan hadirnya strategi pemasaran baru dari perusahaan.

(om/ril)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *