
OTO Mounture — Tiongkok kembali mengguncang industri otomotif global. Lewat pembaruan terbaru dari China Automotive Technology and Research Center, negara tersebut resmi merilis standar keselamatan mobil paling ketat dalam dua dekade terakhir.
Protokol baru China New Car Assessment Program (C-NCAP) 2027 ini menandai langkah serius China dalam menghadapi era kendaraan listrik dan teknologi berkendara otonom yang semakin kompleks.
Dikutip dari China Daily, disebutkan bahwa dalam revisi ketujuh sejak diluncurkan pada 2006, C-NCAP 2027 menghadirkan berbagai pengujian baru. Fokus utamanya mencakup keamanan baterai kendaraan listrik, sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS), dan skenario lalu lintas campuran dan interaksi manusia-mesin.
Menurut CATARC (the China Automotive Technology and Research Center), mobil yang saat ini lolos standar 2024 diperkirakan akan mengalami penurunan skor hingga 8 persen di bawah aturan baru. Bahkan, beberapa model berpotensi kehilangan satu bintang atau lebih dari sistem rating lima bintang.
BACA JUGA: Penjualan BYD Anjlok 8 Bulan Beruntun, Pasar Ekspor Jadi Penyelamat
Salah satu inovasi paling mencolok adalah penggunaan dummy uji tabrak yang dikembangkan khusus berdasarkan postur tubuh masyarakat Tiongkok.
Selama ini, lebih dari 90 persen dummy premium berasal dari luar negeri dan berbasis data antropometri Eropa serta Amerika. Perbedaan tinggi badan, berat, hingga struktur tulang membuat hasil uji dinilai kurang representatif.
Dummy baru ini dilengkapi 97 paten teknologi, sistem sensor canggih, dan standar biomekanik yang disesuaikan.
Lebih dari 30 produsen otomotif seperti BYD, Geely, Changan Automobile, dan FAW Group telah menggunakannya dalam pengembangan kendaraan terbaru.
BACA JUGA: Suzuki Fronx Raih “Car of the Year 2026”, Bukti Kuatnya Daya Saing Compact SUV di Indonesia
Data CATARC menunjukkan peningkatan signifikan dalam fitur keselamatan berupa AEB (Automatic Emergency Braking) naik dari <10% (2015) menjadi hampir 75% (2025), pengingat sabuk belakang meningkat hingga 46,4%, airbag tirai samping melonjak dari <40% menjadi >80%, serta titik anchor kursi anak kini hampir 100% tersedia.
Diperkirakan, fitur seperti sabuk pengaman dan airbag telah mencegah lebih dari 12.200 cedera serius dan kematian dalam satu dekade terakhir.
Menariknya, standar keselamatan Tiongkok kini mendapat pengakuan global. Banyak mobil buatan Negeri Tirai Bambu itu berhasil meraih rating bintang lima di Euro NCAP.
Sekjen Euro NCAP, Michiel van Ratingen, menyebut produsen China semakin memahami standar global dan bahkan unggul dalam beberapa aspek keselamatan aktif. Ia juga menekankan pentingnya harmonisasi standar global untuk menekan biaya pengembangan kendaraan.
Sejumlah organisasi NCAP regional mendorong kerja sama lintas negara untuk riset bersama alat uji tabrak, kampanye edukasi keselamatan global, dan efisiensi biaya bagi produsen otomotif.
Langkah ini dinilai penting agar inovasi keselamatan tidak justru menjadi beban biaya berlebih bagi industri.
(om/ril)








