
OTO Mounture — Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tekanan inflasi global mulai dirasakan masyarakat di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, platform carpooling berbasis web bernama NebengAja hadir menawarkan solusi praktis bagi para komuter untuk menekan biaya transportasi harian.
Diluncurkan pada Desember 2025, NebengAja menghubungkan pengemudi dan penumpang yang memiliki rute perjalanan searah. Melalui sistem berbagi kendaraan atau carpooling, pengguna dapat membagi biaya bahan bakar dan tol sehingga pengeluaran transportasi dapat ditekan hingga 75 persen dibandingkan berkendara sendiri atau menggunakan layanan transportasi konvensional.
Menariknya, platform ini tidak memerlukan unduhan aplikasi. Seluruh layanan NebengAja dapat diakses langsung melalui browser di smartphone, sehingga pengguna tidak perlu menghabiskan ruang penyimpanan ponsel.
“Setiap kursi kosong di jalan Indonesia pada dasarnya adalah pemborosan. Dengan harga BBM yang terus naik dan inflasi yang menggerus anggaran rumah tangga, kursi kosong di kendaraan menjadi mahal. NebengAja hadir untuk mengisi kursi itu dan membantu masyarakat berbagi biaya perjalanan,” ujar Reza Co-Founder dan CEO NebengAja.
BACA JUGA: Mobil Listrik Tiongkok Tak Lagi Andalkan Perang Harga, Pengalaman Pengguna Jadi Senjata Baru
Konsep berbagi kendaraan sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Banyak komunitas komuter yang selama ini mengatur perjalanan bersama melalui grup media sosial seperti Facebook atau WhatsApp.
Namun sistem tersebut memiliki keterbatasan, seperti tidak adanya verifikasi identitas, sistem pembayaran yang aman, maupun mekanisme akuntabilitas ketika perjalanan dibatalkan.
NebengAja mencoba menjawab masalah tersebut dengan menghadirkan fitur verifikasi identitas pengemudi atau KYC (Know Your Customer), sistem pembayaran dalam platform, serta rating dua arah antara pengemudi dan penumpang.
Selain itu, platform ini juga menyediakan filter khusus seperti Mobil Khusus Wanita dan Ramah Hewan Peliharaan, yang dikembangkan dari masukan pengguna awal.
Menurut Phil, komunitas carpooling di Indonesia sebenarnya sudah sangat aktif. “Kami menemukan banyak komunitas perjalanan bersama dengan ratusan anggota yang berkoordinasi setiap hari. Kami tidak perlu menciptakan kebiasaan baru, cukup menyediakan infrastruktur teknologi yang membuatnya lebih aman dan efisien,” ujarnya.
BACA JUGA: Iran Ancam Serang Tesla hingga Apple, Puluhan Perusahaan Teknologi AS Masuk Daftar Target
Sejak peluncuran versi MVP pada akhir 2025, NebengAja mulai mendapatkan respons positif dari pengguna. Salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengguna paling cepat adalah koridor Tangerang–Jakarta, yang dikenal sebagai jalur komuter padat di kawasan Jabodetabek.
Pertumbuhan ini terjadi secara organik tanpa kampanye pemasaran besar, menandakan kebutuhan masyarakat terhadap solusi transportasi yang lebih hemat.
Sejalan dengan Upaya Mengurangi Konsumsi BBM
Selain membantu menekan biaya transportasi, konsep carpooling juga berpotensi mendukung upaya pengurangan konsumsi bahan bakar serta emisi karbon.
Setiap kendaraan yang digunakan bersama berarti jumlah mobil di jalan berkurang, konsumsi bahan bakar per penumpang lebih rendah, serta potensi kemacetan dapat ditekan.
Hal ini menjadi relevan bagi kota besar seperti Jakarta, yang selama ini menghadapi kerugian ekonomi besar akibat kemacetan lalu lintas.
Selain menyasar komuter individu, NebengAja juga mulai mengembangkan program kemitraan dengan perusahaan. Melalui program ini, perusahaan dapat menawarkan carpooling sebagai solusi mobilitas karyawan tanpa biaya tambahan.
Salah satu perusahaan yang telah memperkenalkan platform ini kepada karyawannya adalah Alodokter.
Ke depan, NebengAja juga sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai perusahaan di sektor keuangan, FMCG, logistik, teknologi, dan asuransi untuk program mobilitas karyawan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
(om/ns)








