Jalur Padang–Bukittinggi Dibuka 24 Jam saat Lebaran 2026

Lembah Anai

OTO Mounture — Kabar baik bagi masyarakat yang akan mudik ke Sumatera Barat saat Lebaran 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan jalur Padang–Bukittinggi siap dilalui dan akan difungsikan selama 24 jam penuh, termasuk di kawasan Lembah Anai.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, sekaligus mengantisipasi kepadatan di salah satu jalur utama pergerakan masyarakat di Sumatera Barat tersebut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat penanganan infrastruktur, khususnya di titik-titik rawan yang sebelumnya terdampak bencana.

“Jalur Padang–Bukittinggi merupakan jalur utama di Sumatera Barat. Kami pastikan penanganan di titik rawan seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik terus dipercepat agar perjalanan masyarakat aman dan nyaman,” ujarnya.

BACA JUGA: Auto2000 Siagakan 8 Posko Mudik dan 116 Bengkel Siaga Lebaran 2026

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan seluruh ruas jalan nasional berada dalam kondisi mantap dan bebas lubang (zero pothole) sejak H-10 Lebaran 2026.

Berbagai upaya telah dilakukan, antara lain pemeliharaan rutin jalan, penambalan lubang, dan peningkatan kualitas perkerasan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pemudik selama perjalanan.

Penanganan di kawasan Lembah Anai menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Meski masih dalam tahap pengerjaan, jalur ini tetap difungsikan untuk mendukung arus lalu lintas selama mudik Lebaran.

Selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran 2026, jalur Lembah Anai akan dibuka selama 24 jam penuh. Saat ini, progres penanganan telah mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile mencapai 78 persen.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, Suzuki Tawarkan Promo Trade-In hingga Rp4 Juta lewat Auto Value

Selain Lembah Anai, Kementerian PU juga memastikan optimalisasi Jembatan Kembar Margayasa guna memperlancar arus kendaraan pada koridor Padang–Bukittinggi.

Sementara itu, pada jalur Sitinjau Lauik yang tengah dibangun flyover, dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menggeser posisi barrier ke arah drainase. Tujuannya agar ruang jalan tetap optimal dan mampu menampung volume kendaraan selama musim mudik.

Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, Kementerian PU menyiapkan 13 posko mudik yang tersebar di sepanjang ruas jalan nasional di Sumatera Barat. Posko tersebut akan beroperasi selama masa libur Lebaran dengan petugas siaga 24 jam.

Selain itu, sebanyak 40 unit alat berat juga disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti longsor, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya.

(om/ril)

 

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *