Strategi Honda 2026: Tambah Hybrid dan BEV, Perkuat Layanan Lifetime Ownership Joy

Honda Media Award 2026

OTO Mounture — PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan strateginya untuk menjaga penetrasi pasar sekaligus memperkuat layanan pelanggan pada tahun 2026.

Langkah ini disebut dilakukan guna memastikan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri otomotif nasional.

Hal itu diungkapkan Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, pada acara Honda Media Award 2026 di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, Honda tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga membangun pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh.

BACA JUGA: Laba Astra 2025 Turun 3 Persen, Bisnis Otomotif Tetap Stabil di Tengah Lesunya Pasar Mobil

Melalui konsep Lifetime Ownership Joy, Honda menegaskan komitmennya dalam memberikan kepuasan pelanggan sejak pembelian pertama hingga keputusan pembelian berikutnya.

Strategi ini diwujudkan melalui produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, layanan bebas khawatir, serta ekosistem kepemilikan terintegrasi. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan loyalitas jangka panjang sekaligus meningkatkan value bagi konsumen.

Untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih praktis dan worry-free, Honda menghadirkan integrasi antara Honda e-Care dan Honda CONNECT.

Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengakses informasi kendaraan secara real-time, menggunakan fitur remote via smartphone, mendapatkan layanan darurat, dan mengontrol berbagai fungsi kendaraan dari jarak jauh. Digitalisasi layanan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kepemilikan modern.

Selain itu, Honda juga mengungkapkan bahwa pada semester pertama 2026, telah melakukan penyegaran terhadap sejumlah model utama. Total ada empat model yang diperkenalkan untuk menjaga daya saing dan relevansi produk di setiap segmen pasar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga penetrasi sekaligus menghadirkan value yang lebih kompetitif bagi konsumen Indonesia.

Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Honda Prelude. Model berkarakter sport ini mencatat 270 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) bahkan sebelum pengiriman perdana dimulai pada Mei 2026.

Capaian tersebut menunjukkan antusiasme pasar terhadap model yang sekaligus menjadi simbol arah elektrifikasi Honda ke depan.

BACA JUGA: Penjualan GWM Melonjak di Januari 2026, Tumbuh Lebih dari 200 Persen Secara Tahunan

Tak hanya itu, Honda juga mengumumkan rencana elektrifikasi di 2026 dengan menghadirkan dua model hybrid, dan satu model Battery Electric Vehicle (BEV).

Langkah ini memperkuat komitmen Honda menuju mobilitas ramah lingkungan sekaligus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi bagi konsumen Indonesia.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Honda memperluas jaringan nasionalnya. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai 93% wilayah Indonesia.

Sepanjang 2025–2026, Honda menambah 13 dealer baru di berbagai area guna mendekatkan layanan ke konsumen. Selain itu, sebanyak 99 dealer siaga juga disiapkan untuk memastikan layanan tetap optimal di berbagai kondisi.

Honda turut menghadirkan program purnajual komprehensif sebagai nilai tambah produk, meliputi gratis servis hingga 4 tahun atau 50.000 km, garansi 3 tahun atau 100.000 km, layanan darurat 24 jam melalui Honda Experience, serta paket Prima untuk jaminan suku cadang berkualitas.

Melalui kombinasi produk, layanan digital, jaringan luas, dan strategi elektrifikasi, Honda optimistis dapat mempertahankan daya saing sekaligus memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih menyenangkan di 2026.

(om/ls)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *