
OTO Mounture — Kinerja positif berhasil ditorehkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sepanjang 2025. Di tengah tantangan industri otomotif nasional yang dinamis, Mitsubishi mampu meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita saat acara Media Iftar di Jakarta, Jumat 27 Februari 2026, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tahun fiskal 2026 dengan strategi yang lebih agresif. Terlebih, Mitsubishi baru saja menandai perjalanan 55 tahun kiprahnya di Indonesia pada akhir 2025.
Hingga saat ini, sekitar 2,4 juta kendaraan Mitsubishi telah beroperasi di seluruh Indonesia. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen yang terbangun selama lebih dari lima dekade.
Mitsubishi menyebut hubungan jangka panjang ini sebagai “Bridge of Trust” yang menghubungkan individu, keluarga, pelaku usaha, dan berbagai aktivitas masyarakat di Tanah Air.
BACA JUGA: Jika Permintaan Besar, Mitsubishi Siap Produksi Pikap 4×4 di Indonesia
Sepanjang 2025, sejumlah model Mitsubishi mencatatkan performa yang solid di segmennya masing-masing. Model terbaru, Mitsubishi Destinator, bahkan memimpin di kelasnya dengan pangsa pasar 53,7 persen. Sementara kendaraan niaga ringan legendaris Mitsubishi L300 tetap dominan dengan raihan 47,5 persen.
Di segmen kendaraan penumpang, Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Xpander Cross menyumbang pangsa 24,2 persen. Kemudian Mitsubishi Pajero Sport mencatatkan 34,7 persen, disusul Mitsubishi Triton dengan 36,1 persen, serta Mitsubishi Xforce sebesar 11,2 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lini produk Mitsubishi tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan pasar otomotif Indonesia.
BACA JUGA: Chery Perkuat Layanan Global, 18 Negara Ikuti Pelatihan Teknologi CSH
Memasuki tahun fiskal 2026, MMKSI menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif dengan sasaran pangsa pasar dua digit. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menetapkan empat fokus utama.
Pertama, memperluas jaringan diler di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan aksesibilitas konsumen. Kedua, memperkuat layanan purna jual melalui filosofi “Passion to Care” yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Ketiga, meningkatkan pengalaman konsumen lewat digitalisasi serta kolaborasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Keempat, menghadirkan model-model baru berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid.
Dengan strategi tersebut, Mitsubishi optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional pada 2026.
(om/ls)








