
OTO Mounture — PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan kesiapannya untuk memproduksi pikap 4×4 secara lokal di Indonesia apabila terdapat permintaan dalam jumlah besar dan arahan resmi dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, sebagai respons atas polemik rencana impor 105.000 unit pikap 4×4 dan truk ringan dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
“Saat ini truk pikap kami, yaitu Triton, masih diimpor dari Thailand. Sementara L300 sudah diproduksi di MMKI,” tuturnya di sela acara Media Iftar di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Adapun model pikap 4×4 andalan Mitsubishi di Indonesia, yakni Mitsubishi Triton, saat ini masih didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari Thailand.
Sementara itu, model kendaraan niaga ringan legendaris Mitsubishi L300 telah lama diproduksi di fasilitas perakitan dalam negeri oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI).
BACA JUGA: Elektrifikasi Indonesia Kian Terstruktur: 88% Konsumen Optimistis terhadap Kendaraan Listrik
Menurut Kurita, perusahaan memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memproduksi L300 maupun produk lainnya apabila dibutuhkan dalam jumlah besar.
“Kami memiliki kapasitas yang cukup untuk memproduksi L300 atau produk lainnya. Jika kami menerima instruksi dari pemerintah atau Agrinas, kami siap mengikuti instruksi tersebut,” katanya.
Kurita menegaskan bahwa keputusan untuk memproduksi pikap 4×4 secara lokal sangat bergantung pada besarnya volume pesanan serta kebijakan pemerintah.
Dengan angka yang disebut mencapai 105.000 unit, volume tersebut dinilai signifikan dan dapat menjadi pertimbangan strategis dalam pengambilan keputusan investasi dan produksi lokal.
“Saya yakin saat ini Agrinas bersama pemerintah sedang melakukan diskusi. Kami siap untuk mengikuti keputusan yang diambil oleh pemerintah,” ungkapnya.
Pernyataan ini membuka peluang bahwa pengembangan varian 4×4 secara lokal bukan hal yang mustahil, selama ada kepastian pasar dan dukungan regulasi.
Jika terealisasi, produksi lokal pikap 4×4 berpotensi memperkuat industri otomotif nasional, meningkatkan kandungan lokal, serta mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur kendaraan niaga.
(om/ls)








