
OTO Mounture — Penjualan mobil Nissan di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan signifikan pada awal 2026, terutama dari sisi distribusi pabrik ke diler atau wholesales.
Jika dibandingkan dengan akhir 2025 maupun periode yang sama tahun lalu, angka penjualan Nissan terlihat mengalami kontraksi cukup dalam.
Lalu, seberapa besar penurunannya? Berikut data lengkapnya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Nissan tercatat sebanyak 100 unit pada Desember 2025, turun menjadi 20 unit pada Januari 2026. Sementara pada periode sama tahun lalu atau Januari 2025 sebanyak 37 unit.
Artinya, terjadi penurunan sebesar 80 persen dari Desember 2025 ke Januari 2026 dan turun sekitar 45,9 persen dibanding Januari 2025.
Penurunan tajam secara month-to-month ini cukup signifikan, mengingat Desember biasanya menjadi periode penjualan yang relatif stabil menjelang tutup tahun.
BACA JUGA: Viral Mobil Kamuflase Uji Tanjakan Ekstrem di Wonosobo
Sementara itu, dari sisi retail sales (distribusi diler ke konsumen), Nissan membukukan penjualan sebanyak 64 unit pada Desember 2025, sedangkan pada Januari 2026 hanya 39 unit dan periode Januari 2025 mencapai 89 unit.
Jika dihitung, penjualan retail Nissan turun sekitar 39 persen dibanding Desember 2025, dan turun sekitar 56 persen dibanding Januari 2025.
Penurunan year-on-year (yoy) ini menunjukkan permintaan konsumen terhadap mobil Nissan di awal 2026 masih belum kembali ke level tahun sebelumnya.
Perlu dicatat, Januari kerap menjadi bulan dengan penjualan lebih rendah dibanding Desember karena efek tutup buku dan promo akhir tahun. Namun, penurunan hingga 80 persen di level wholesales tetap menjadi catatan tersendiri.
Data Gaikindo ini sekaligus menunjukkan bagaimana dinamika industri otomotif nasional terus bergerak cepat di 2026.
(om/ril)








