Cuma Laku 12 Unit! Penjualan Mobil Listrik Polytron Tersendat di Januari 2026

Polytron G3

OTO Mounture — Penjualan mobil listrik Polytron di awal tahun 2026 menunjukkan tekanan serius. Berdasarkan data resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), retail sales Polytron pada Januari 2026 hanya tercatat 12 unit, turun tajam dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 145 unit.

Penurunan drastis ini memunculkan pertanyaan besar, apakah Polytron kesulitan menembus pasar mobil listrik Indonesia?

Sebab, tak hanya di level konsumen, distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) juga mengalami koreksi. Data Wholesales Polytron mencatat pada Januari 2026 menjual sebanyak 82 unit, turun 52,05 persen dari Desember 2025 yang menjual sebanyak 171 unit.

Selisih besar antara angka wholesales dan retail menunjukkan stok yang dikirim ke diler belum sepenuhnya terserap pasar pada awal tahun.

BACA JUGA: Penjualan Xpeng Terjun Bebas Awal Tahun 2026

Sebagai gambaran, sepanjang Januari–Desember 2025, Polytron menjual sebanyak 455 unit untuk wholesales, sedangkan retail sales mencatat penjualan sebanyak 353 unit.

Polytron sendiri resmi masuk ke pasar mobil listrik Indonesia pada Mei 2025 dengan memasarkan model yang merupakan hasil rebadge Skyworth K Series. Artinya, capaian tersebut dibukukan dalam waktu kurang dari satu tahun operasional.

Sebagai brand elektronik asal Kudus, Jawa Tengah di bawah naungan Grup Djarum, ekspansi Polytron ke industri otomotif menjadi langkah berani.

Namun, pasar mobil listrik Indonesia saat ini sangat kompetitif, didominasi oleh berbagai merek Tiongkok yang lebih dulu membangun jaringan dan brand awareness.

BACA JUGA: Viral Mobil Kamuflase Uji Tanjakan Ekstrem di Wonosobo

Awal tahun yang lesu juga menjadi pola umum industri otomotif, terutama setelah periode promo akhir tahun. Namun, angka retail 12 unit tentu menjadi sinyal bahwa Polytron perlu strategi agresif untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Meski awal 2026 belum menggembirakan, potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia masih terbuka. Dukungan kebijakan elektrifikasi dan meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik bisa menjadi momentum kebangkitan.

Pertanyaannya kini, mampukah Polytron membalikkan keadaan di bulan-bulan berikutnya?

(om/ls)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *