Penjualan Denza Januari 2026: Wholesales Naik, Retail Turun, Ada Apa?

Denza Jakarta Fashion Week 2026

OTO Mounture — Penjualan mobil pabrikan Tiongkok di Indonesia kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), performa Denza pada Januari 2026 menunjukkan tren yang kontras antara distribusi pabrik ke diler (wholesales) dan penjualan langsung ke konsumen (retail sales).

Secara wholesales, Denza mencatat pertumbuhan. Namun di sisi retail, justru terjadi penurunan dibanding bulan sebelumnya.

Data Gaikindo mencatat pada Januari 2026, Denza membukukan penjualan sebesar 392 unit, naik dari Desember 2025 yang hanya 298 unit. Sementara periode sama tahun lalu atau Januari 2025 mencatat penjualan sebanyak 25 unit.

Secara bulanan (month to month), wholesales Denza naik sekitar 31 persen dari Desember 2025 ke Januari 2026. Bahkan jika dibandingkan Januari tahun lalu, lonjakannya sangat signifikan.

Kenaikan ini mengindikasikan optimisme distribusi dan suplai unit ke jaringan diler di awal tahun.

BACA JUGA: Penjualan BYD Turun di Januari 2026, Retail Anjlok Lebih dari 50 Persen

Berbeda dengan wholesales, penjualan ritel Denza justru mengalami koreksi, di mana pada Januari 2026, penjualan retail Denza tercatat 194 unit, atau turun dari bulan Desember 2025 sebanyak 246 unit. Sementara periode sama tahun lalu atau Januari 2025, Denza belum mencatat penjualan.

Artinya, secara bulanan terjadi penurunan sekitar 21 persen dari Desember 2025 ke Januari 2026.

Penurunan retail ini menjadi perhatian karena mencerminkan permintaan riil dari konsumen. Meski distribusi ke diler meningkat, serapan pasar pada Januari 2026 belum sejalan dengan pasokan yang dikirim.

Beberapa faktor yang bisa memengaruhi turunnya retail sales Denza Januari 2026 antara lain efek awal tahun, yang mana Januari sering menjadi bulan transisi setelah puncak penjualan akhir tahun.

Selain itu, strategi stok diler, di mana distribusi tinggi bisa jadi untuk mengisi stok menjelang event otomotif atau promo kuartal pertama. Kemudian preferensi konsumen, pasar mobil listrik dan premium masih sangat dinamis dan sensitif terhadap harga serta insentif.

Dengan wholesales yang lebih tinggi dari retail, ada potensi penumpukan stok di jaringan diler jika permintaan tidak segera menguat pada bulan berikutnya.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *