
OTO Mounture — Di tengah dinamika bisnis pemenuhan kebutuhan otomotif nasional, Suzuki Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Suzuki memfokuskan penguatan program yang telah berjalan dengan penekanan pada sektor pendidikan, lingkungan, dan kepedulian sosial.
Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian penting dari visi berkelanjutan Suzuki.
Menurutnya, sebagai pelaku industri manufaktur otomotif, Suzuki memandang tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Sepanjang 2025, kami telah melibatkan ribuan generasi muda serta puluhan institusi pendidikan untuk belajar langsung di pabrik Suzuki Cikarang. Komitmen ini kami perkuat dengan pelestarian mangrove dan aksi Clean Up The World demi menumbuhkan kepedulian lingkungan,” katanya.
Dalam lima tahun terakhir, berbagai program CSR Suzuki mendapat respons positif dari masyarakat dan institusi terkait. Hal tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan program yang lebih spesifik dan berdampak nyata.
BACA JUGA: Sparepart dan Aksesori Honda Laris di 2025, WMS Bukukan Rp511 Miliar
Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, Suzuki aktif membuka akses industri manufaktur kepada generasi muda.
Sepanjang tahun 2025, Suzuki mencatat 5.974 pelajar dari 50 sekolah dan 15 institusi pendidikan mengikuti program kunjungan industri ke pabrik Suzuki di Cikarang.
Program ini bertujuan memberikan wawasan praktis sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri otomotif modern.
Tak hanya itu, Suzuki juga mengembangkan program edukasi lingkungan bagi anak-anak Indonesia. Dalam salah satu kegiatan, jajaran manajemen PT SIS turun langsung sebagai pengajar, menyampaikan materi mengenai budaya kebersihan di Jepang serta edukasi pengolahan sampah sejak dini.
Program ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran lingkungan dan tanggung jawab menjaga ekosistem, khususnya di kawasan coastal greenbelt konservasi mangrove binaan Suzuki.
BACA JUGA: Honda National Skill Contest 2026 Perkuat Standar Layanan Dealer Honda
Sejalan dengan agenda keberlanjutan global, sejak 2024 Suzuki memusatkan perhatian pada pengurangan emisi karbon melalui pelestarian lingkungan. Salah satunya diwujudkan lewat program penanaman mangrove berbasis hasil yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove mencapai 89%, menjadi bukti nyata kontribusi Suzuki terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mitigasi emisi karbon.
Komitmen lingkungan Suzuki juga diperluas melalui partisipasi dalam program global Clean Up The World yang dilaksanakan di Pulau Belitung dan Pulau Morotai. Program ini melibatkan total 6.694 partisipan global di 53 negara, termasuk 150 partisipan dari Indonesia.
Sepanjang 2025, Suzuki Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram sampah plastik, menyalurkan fasilitas tempat sampah berkapasitas 100 liter, serta menginisiasi pengolahan limbah plastik setempat sebagai bagian dari upaya menuju ekonomi sirkular.
Di bidang sosial, Suzuki turut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatra. Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Suzuki menyalurkan donasi kemanusiaan yang didukung oleh partisipasi karyawan untuk membantu proses pemulihan masyarakat.
Langkah ini dilakukan guna memastikan respons sosial perusahaan berjalan terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
“Seluruh inisiatif kepedulian lingkungan dan sosial ini dijalankan secara berkesinambungan, menegaskan posisi Suzuki sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” tutup Joshi Prasetya.
(om/ril)








