Penjualan Isuzu 2025 Terkoreksi, Akhir Tahun Kembali Gas Pol

Isuzu

OTO Mounture — Penjualan kendaraan komersial Isuzu di Indonesia sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2024.

Berdasarkan data resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik dari sisi wholesales maupun retail sales, performa Isuzu terkoreksi secara tahunan, meski menunjukkan tren penguatan yang jelas pada paruh kedua tahun.

Dari sisi wholesales atau distribusi pabrik ke diler, Isuzu mencatatkan total penjualan sebesar 25.121 unit sepanjang Januari–Desember 2025.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 26.379 unit pada periode yang sama di 2024, atau turun sekitar 1.258 unit secara tahunan.

Meski secara total menurun, kinerja wholesales Isuzu menunjukkan tren positif di kuartal IV 2025. Distribusi meningkat signifikan sejak Oktober hingga Desember, dengan puncak penjualan terjadi pada November 2025 sebesar 2.556 unit.

Sementara itu, Desember 2025 mencatatkan 2.453 unit, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang berada di angka 2.157 unit.

BACA JUGA: Hino Pertahankan Market Leader Medium Duty Truck 25 Tahun, Raih Pangsa Pasar 56% di 2025

Pada jalur retail sales atau distribusi diler ke konsumen, Isuzu membukukan total penjualan 25.121 unit sepanjang 2025. Angka ini turun cukup signifikan dibandingkan 28.759 unit pada 2024, atau terkoreksi sekitar 3.638 unit.

Meski demikian, tren penjualan ritel Isuzu di akhir 2025 tetap menunjukkan penguatan. Penjualan pada November dan Desember 2025 berada di atas 2.450 unit, menandakan permintaan yang kembali menguat dari sektor logistik, transportasi, dan distribusi barang. Namun, capaian Desember 2025 masih berada di bawah Desember 2024 yang mencatatkan 2.959 unit.

Dengan tren pemulihan di akhir 2025, Isuzu diproyeksikan masih menjadi salah satu pemain utama di segmen kendaraan komersial nasional.

Fokus pada efisiensi operasional, layanan purna jual, serta kebutuhan spesifik pelanggan diyakini akan menjadi kunci untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan pasar truk dan kendaraan niaga di Indonesia.

(om/ls)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *