
OTO Mounture — Penjualan kendaraan komersial di Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan persaingan ketat antar merek utama.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi Fuso dan Isuzu kembali mendominasi pasar baik dari sisi wholesales (distribusi pabrik ke diler) maupun retail sales (penjualan diler ke konsumen).
Data ini mencerminkan stabilnya kebutuhan kendaraan niaga untuk sektor logistik, konstruksi, pertambangan, hingga distribusi barang, seiring berlanjutnya aktivitas ekonomi nasional sepanjang 2025.
Pada jalur distribusi pabrik ke diler, Mitsubishi Fuso mencatatkan posisi teratas dengan total 25.235 unit, unggul tipis dari Isuzu yang membukukan 25.121 unit sepanjang 2025.
Di posisi berikutnya, Hino mencatatkan penjualan wholesales sebesar 18.367 unit, disusul UD Trucks dengan 1.627 unit, dan Mercedes-Benz Commercial Vehicle (CV) sebanyak 1.263 unit.
Kinerja wholesales Mitsubishi Fuso terlihat konsisten sepanjang tahun, dengan puncak distribusi terjadi pada Desember 2025 sebesar 2.554 unit. Sementara Isuzu menunjukkan tren penguatan di kuartal akhir, khususnya pada Oktober–Desember 2025.
BACA JUGA: Bus Mercedes-Benz Rakitan Indonesia Resmi Diekspor ke Thailand
Dari sisi penjualan langsung ke konsumen, Mitsubishi Fuso kembali memimpin dengan total 25.613 unit, diikuti sangat dekat oleh Isuzu yang mencatat 25.295 unit.
Hino berhasil membukukan retail sales sebesar 20.517 unit, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga menengah dan berat. Di segmen premium, Mercedes-Benz CV mencatatkan 1.634 unit, sementara UD Trucks membukukan 1.278 unit sepanjang tahun.
Lonjakan retail sales terlihat jelas pada Desember 2025, di mana sebagian besar merek mencatatkan penjualan tertinggi tahunan. Mitsubishi Fuso, misalnya, mencapai 2.803 unit, sementara Isuzu menembus 2.968 unit, menunjukkan kuatnya permintaan akhir tahun.
Persaingan Mitsubishi Fuso dan Isuzu pada 2025 dapat dikatakan paling ketat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi distribusi maupun penjualan ritel.
Selisih yang sangat tipis menunjukkan bahwa faktor layanan purna jual, ketersediaan unit, serta kebutuhan spesifik sektor industri menjadi penentu utama pilihan konsumen.
Sementara itu, Hino tetap menunjukkan performa stabil dengan basis pelanggan yang kuat, terutama di sektor transportasi dan konstruksi.
Di sisi lain, Mercedes-Benz CV dan UD Trucks tetap fokus pada segmen khusus dengan volume yang lebih selektif namun bernilai tinggi.
(om/ril/ls)








