AISI Proyeksikan Pasar Motor 2026 Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi

IMOS 2025

OTO Mounture — Memasuki tahun 2026, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai pasar sepeda motor domestik masih memiliki potensi untuk terus bertumbuh, meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemberlakuan opsen pajak kendaraan sebagai pajak tambahan di sejumlah daerah pada awal tahun.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, kebijakan opsen berpotensi menjadi ujian awal bagi industri sepeda motor. Meski memahami kebutuhan peningkatan pendapatan daerah, AISI berharap kebijakan tersebut disertai insentif agar tidak menekan permintaan konsumen.

“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh pada permintaan,” ujarnya melalui keterangan resmi, belum lama ini.

Selain faktor kebijakan, kondisi geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, pertumbuhan ekonomi, serta faktor cuaca dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja pasar sepeda motor domestik sepanjang 2026. Dukungan industri pembiayaan yang kuat juga disebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong realisasi penjualan.

Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan tersebut, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor nasional pada 2026 akan relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

BACA JUGA: Penjualan Sepeda Motor Indonesia 2025 Tumbuh 1,3 Persen

Sebelumnya, AISI mencatat penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 6.412.769 unit, atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini terjadi di tengah pelemahan daya beli, yang menunjukkan sepeda motor masih menjadi alat transportasi paling efisien dan produktif bagi masyarakat.

Rata-rata penjualan bulanan sepanjang 2025 tercatat sekitar 535 ribu unit, sesuai dengan proyeksi awal AISI di kisaran 6,4–6,7 juta unit.

Berdasarkan segmen, skutik masih mendominasi pasar sepeda motor nasional dengan kontribusi 91,7 persen. Sementara itu, segmen underbone menyumbang 4,46 persen, motor sport 3,51 persen, dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Praktik Kerja Terstruktur ala Swiss

AISI juga menyoroti peran penting industri pembiayaan dalam menjaga stabilitas pasar, dengan sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan melalui skema kredit.

Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu mengimbangi penurunan penjualan di Pulau Jawa, seiring membaiknya kinerja sektor komoditas di daerah.

Di sisi ekspor, industri sepeda motor Indonesia sepanjang 2025 mencatat kinerja positif dengan pengiriman 544.133 unit sepeda motor utuh (CBU), 8.139.894 unit CKD, serta 138.455.487 unit komponen.

(om/ril)

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *